Pengorbanan cinta (?)

Setiap orang, pasti pernah melakukan hal paling gila untuk orang yang dia kasihi. Pacar saya, pernah tiba-tiba datang ke Banjarmasin hanya untuk menemui saya. Padahal dia belum pernah ke sana & akses ke Banjarmasin memang agak susah, kalau menurut saya. Dia datang tanpa kabar & waktu itu saya malah pergi dengan teman-teman saya. Alhasil, waktu kita untuk bersama berkurang.

Ketika saya pindah ke Jakarta, pengorbanan yang dia lakukan untuk saya tidak berkurang. Dia rela mengorbankan jam tidurnya hanya untuk menemani saya begadang. Atau mendengar kekesalan & ke-bete-an saya di sela-sela padatnya pekerjaan dia.

Jadwal pacaran memang meningkat dibanding saat saya tinggal di Banjarmasin. Namun pola berangkat-Sabtu-pulang-Minggu tidak berubah. Dia melakukan hampir segala hal saat agar bisa berjumpa dengan saya saat saya bilang ‘kangen banget’.

Keadaan tidak memungkinkan untuk saya selalu bolak-balik Jakarta-Salatiga. Karena jam kerja saya yang terbatas. Akan sangat melelahkan bagi saya, jika tidak ada long weekend, untuk pulang ke Salatiga. Selama tinggal di Jakarta selama ± 10 bulan, saya baru pulang ke Salatiga selama 5x.

Lalu, sampai satu hari saya melakukan hal nekad. Yap, hari Sabtu, 20 April kemarin rasanya saya ingin noyor kepala saya sendiri, flash back ke Sabtu pagi & memikirkan apa akibat dari perbuatan saya.

Jadi gini…..

Terakhir ketemu pacar itu bulan Maret *nasib LDR* dan saya gak bisa pulang ke Salatiga karena tiap weekend pacar kerja *nasib lagi*. Sampai akhirnya dapat kabar kalo pacar tanggal 20 April ke Jakarta. Ada kerjaan di FX. Gak pakai pikir panjang, saya berusaha bertemu, meski cuma sebentar.

Berbagai opsi & kemungkinan yang terjadi dan akhirnya adalah… kita gak bisa ketemu karena pacar kerja sampai malam. Dan paginya saya harus pergi ke Tangerang karena salah satu sahabat saya bertunangan. Namun terkadang, cinta mengalahkan akal sehat. Atau memang saya yang tak berakal (._.)

Sabtu malam, saya ke Hall C senayan, sekadar berkumpul dengan Marthin, mas Raka, dan teman-teman dari Salatiga. Sekadar untuk say hello & mendengar suara bola basket di-dribel di lapangan. Sekadar mendengar indahnya suara bola melewati ring.

Pukul 23.00, basket selesai. Pacar masih di The Only One Club, level 5 FX. Saya, ditemani Marthin & Samuel ngobrol di Platinum XXI FX. Ngobrol? Lebih tepatnya saya menemani mereka melihat cewek-cewek cantik. Hiihii…

Jam 00.30, saya melihat Martin & Samuel sudah mengantuk. Mata mereka merah & saya yakin kalau mereka sangat capek. Sedangkan pacar masih belum ada kabar. Akhirnya saya putuskan untuk turun. Toh Senayan masih ramai. Jadi, saya bisa nunggu pacar di depan FX.

Saat saya BBM pacar, menanyakan keberadaan dia, ternyata dia ada di… daerah Pangeran Jayakarta. Makan bubur. Dan saya sendirian di depan FX, nungguin kabar dari dia. Dan dia gak tau, kapan balik ke hotel (fyi, dia nginep di Century hotel). Damn, kata saya. Kalau dia ke Pangjay, harusnya dia bilang, jadi saya tidak membuang waktu menunggu dia. Seharusnya saya sudah berada di kamar, tidur dengan nyenyak di atas kasur.

Dan ketika saya pamit mau pulang saja naik taksi, dia meng-iya-kan. Seketika saya terdiam. Apa dia tidak memikirkan keselamatan saya? Cewek, sendirian naik taksi jam 1 pagi dari Senayan ke Mangga Dua. Rasanya pengen nangis, nendang pot dan melakukan hal-hal terkutuk lainnya. Ternyata saya tak seberani itu. Kemudian Pacar menyuruh saya ke Century, beristirahat di kamar dia. Namun saya menolak. Saya bertahan di depan FX, menunggu pacar datang ( yang ternyata satu jam kemudian ).

Jam dengan kaleb biru di tangan saya menunjukkan pukul 1.35, saat BB saya berbunyi, menandakan ada SMS masuk. Harap-harap cemas, semoga kabar baik dari pacar untuk saya. Dan Thank God, pacar sudah sampai di hotel. Setengah berlari (karena sudah digigit semut yang nakal), saya menuju Hotel Century. Dan akhirnyaaaaa…. Setelah satu bulan tak berjumpa, saya bisa memeluknya.

Dini hari kami isi dengan bercerita, bercerita & bercerita. It was so fun, tapi saya gak mau ngulangin lagi. Takut boo, ditawar ma mas-mas di pinggir jalan. Dikiranya eyke apaan ntar. Haahaa..

Jadi, lakukan apa yang harus kamu lakukan, terutama untuk orang yang kamu sayang. Zalam zuper!!

 

Leave a Reply