read, write & re-write

Saya lahir bukan dari keluarga pecinta sastra. Atau penyair. Pun bukan pula pekerja seni. Namun, saya lahir dari keluarga yang mencintai membaca. Apapun. Sedari saya kecil, saya baca apapun yang bisa saya baca. Koran, novel, majalah, bahkan spanduk liar di jalanan tak luput dari pandangan mata saya.

Buku pertama yang saya baca selain buku pelajaran adalah novel karya Hilman. Sosok berjambul dengan tas slempang, selalu mengunyah permen karet, dua sahabat yang selalu ada & seorang adik yang centil, terus terbayang di benak saya sampai saat ini. Yap, tokoh itu adalah LUPUS.

Betapa tokoh itu mampu membangkitkan imaji saya. Gelak tawa saya tercipta saat membaca kisahnya yang konyol. Lupus SMA, Lupus Kecil & Lupus ABG tak henti saya lahap. Berhubung saat itu saya masih SD & uang jajan saya belum cukup untuk membeli novel, saya menjadi member salah satu persewaan buku di Salatiga.

Selain Lupus, karya Enid Blyton tak mungkin saya tinggalkan. Oh, berbahagialah saya, hidup di zaman karya-karya itu menjadi bintang. Kisah Lima Sekawan, Gadis Paling Badung, St. Claire, ooohhh, you named it..

Dan, jangan lupa, majalah Bobo juga mendampingi saya tumbuh dan berkembang. Oki & Nirmala, Paman Kikuk & Asta, Bobo & Coreng, merekalah teman saya J

Sedari kecil juga, saya suka menulis. Saya membuat cerpen ( yang sekarang entah di mana ), saya mempunyai sahabat pena, saya menulis mading, kemudian mempunyai blog ( yang sudah tak terhitung berapa kali tutup-bikin baru-tutup-bikin baru ).

Sekarang, saya tetap melanjutkan hobi membaca saya. Kalau ditanya apa hobi saya, yang pertama saya tulis adalah membaca. Nah, berhubung saya sudah mempunyai penghasilan, saya selalu menyisihkan sebagian uang saya untuk membeli buku. Belum terlalu sering, namun saya konsisten tiap bulan harus membeli buku.

Sayangnya, hobi saya membaca sekarang sedikit terhambat. Di rak buku saya, ada beberapa buku yang masih tersampul plastik. Padahal, buku itu sudah nangkring sekitar dua atau tiga bulan yang lalu. Situs social media mengalihkan sedikit perhatian saya untuk membaca buku.

Menulis pun, jarang saya lakukan. Entah itu sekadar mengetik, atau benar-benar menulis di buku. Padahal, saya sudah berjanji, akan rajin menulis. Entah itu bagus atau enggak, tuangkan saja dalam sebuah tulisan. Di sini, mulai sekarang, saya ingin memulai hobi saya yang agak saya telantarkan. Membaca & menulis. J

Siapakah penulis favorit saya? Saya tidak mengotakkan pada satu genre saja. Saya bisa membeli buku secara random. Atau membaca beberapa review, atau berdasarkan feeling & mood saya. Haahaahaa.

Saat ini, saya sedang menikmati tulisan dari Ika Natassa, Windy Ariestanty, Vabyo, Dee Lestari & Rahne Putri. Dari twitter, mata saya dimanjakan oleh untaian manis kata-kata dari Ikavuje, Zarry Hendrik, Alexander Thian ( aMrazing ), Faisal Reza ( Monstreza ) & Raesaka.

Jadi, siapkah saya untuk konsisten membaca & menulis? saya harap, ini bukan sekadar janji, namun saya berusaha menepati.

Leave a Reply