Ayah

Ayah..
Aku tadi berkunjung ke rumahmu. Tampak sedikit kotor dengan rumput yang lumayan tinggi, namun sudah aku bersihkan, ayah.

Ayah,
Aku tadi berkunjung ke rumahmu. Petak tanah berukuran 2×1 m yang menjadi rebahmu selama hampir 6tahun ini.

Ayah,
Tubuhmu terbujur kaku. Apa rasanya berada di sana? Dalam gelap. Sepi. Pengap. Namun, membuatmu bebas dari siksa duniawi.

Ayah,
Tak perlu kuceritakan apa kegundahanku selama ini. Aku tau, kau tetap berjalan di sampingku.

Ayah,
Gadis kecilmu ini telah beranjak dewasa. Tak ada lagi Fara yang cengeng & penakut. Sekarang, aku tumbuh menjadi wanita mandiri yang pemberani.

Ayah,
Aku rindu..

Teruntuk (Alm) Zulkifli Jambak
12 Juni 1957 – 26 April 2008

2 Comment

  1. Semoga beliau tenang di sisi-Nya, ya… 🙂

    1. Terima kasih, Kak.

Leave a Reply