Ini bukan surat cinta

Surat cinta? Bukan, ini bukanlah surat cinta. Hanya sepenggal rasa yang belum selesai, karena memang tak pernah selesai.tak pernah ada kata selamat tinggal, good bye, au revoir, vaarwel atau ucapan perpisahan lainnya.
Hari ini, pertama kalinya aku menulis surat untukmu. Entah, kamulah yang pertama kali terlinta di pikiranku. Iya, kamu, Rio Agi Saputra.
Masih ingat bagaimana raut mukaku saat melihatmu berada di depan pintu rumahku, setelah bertahun-tahun kita tak berjumpa? Kamu, pangeran kecilku, berubah menjadi sesosok pemuda gagah.
Masih ingatkah kamu, bagaimana nyamannya aku berada di pelukmu dan yang kita lakukan hanya diam?
Masih ingatkah kamu, rona merah pipiku saat pertama kali tangan kita bergandengan?
Masih ingatkah kamu, tangis dan tawa yang tercipta antara kita?
Rio, masih ingatkah kamu tentangku?

Hari itu, aku tak berfirasat apapun. Hanya segelintir rindu akan pertemuan kita yang membuncah. Namun ternyata, takdir berkata lain. Kecelakaan itu, merenggutmu dariku selamanya. Air mata tak mampu lagi kubendung, jatuh begitu saja. Tak ada yang mampu aku lakukan, hanya mengucap lirih namamu.
Pagi itu, langit mendung. Seolah turut berduka mengantarkan kepergianmu. Sebelum tubuh kakumu terkubur tanah merah, sempat kulantunkan Al-Fatihah dalam isak tangisku.
Rio,
Sampai saat ini aku percaya, kamu mendampingiku dalam setiap langkahku. Tenanglah kamu dalam lindungan-Nya. Suatu saat, kita akan berjumpa dalam abadi.

Salam sayang selalu,

Your little princess

4 Comment

  1. Baru kecemplung di blog ini udah suka tulisannya kak ๐Ÿ™‚

    1. Terima kasih, Kak *semangat nulis lagi*

  2. mantan? ๐Ÿ™‚

    1. Bukan. Sahabat dari kecil ๐Ÿ˜

Leave a Reply