• #30harimenulissuratcinta
  • Menjadi istri

    Menjadi seorang istri, bukankah impian hampir semua wanita? Aku, kamu, mereka. Dan hari ini, impian itu terwujud dengan pernikahanmu dengannya, Mbak. 1,5 tahun aku mengenalmu sebagai sosok yang kuat dan tangguh. Jiwa rockermu terlihat, terutama saat kita berada di tuang karaoke. Aku, kamu, Ferry dan Dea. Ya, karaokean yang berujung curhat. Lalu ditutup dengan jogetan […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Bride-to-be

    Roda kehidupan selalu berputar dan kita tak pernah tahu akan berada di mana. Bisa saja saat ini kita berada di atas, dalam waktu 5 detik kita akan terpuruk. Begitupun untuk rejeki, umur & jodoh. Semua adalah misteri Ilahi. Yang mampu kita lakukan adalah berdoa dan berusaha. Tak menyangka, kamulah yang pertama menuju pelaminan, di antara […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Usah Kau Lara Sendiri

    Halo Zee, Mencoba mengulik sudut otakku untuk mengingat awal persahabatan kita. Perkenalan kita dari facebook, setelah sebelumnya aku mendengar tentangmu dari teman-teman dansa. Mereka seolah ingin membuatku cemburu, dengan menceritakan kedekatanmu dengan mantan kekasihku. Padahal aku tahu, kalian hanyalah sebatas guru dan murid. Episode kedua, awal pertemuan kita. Ya, di salah satu gedung di kampus, […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Ibu

    Ibuku hanyalah seorang Ibu rumah tangga biasa. Senang memakai daster, tertidur di pukul enam sore dengan televisi yang masih menyala, mengomel tiada henti saat aku malas mandi, selalu mengajarkan kami dengan penuh kasih. Ibu, buatku adalah seorang pejuang. Pantang menyerah agar anaknya hidup layak. Membesarkan kami sendirian sejak kepergian Ayah, tentu tak mudah. Namun dia […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Kring Kring

    KRIIING!! KRIIING!! Halo, tukang posku Salam kenal ya. Sebelumnya aku bahkan tak pernah tahu akunmu. Padahal kamu sekarang masih berada di kota kelahiranku. Eh, apa kabar Salatigaku? Masih sejukkah? ??? Tombol follow akhirnya aku klik. Dan aku membaca linimasamu. Aku suka dengan rangkaian aksara yang kamu utarakan. Kak Mike, Tetaplah menulis. Tetaplah bermain dalam imajinasimu […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Mari berdansa

    Tak mudah meninggalkanmu, setelah sekian lama aku mengenalmu. Enam tahun, bukan waktu yang singkat. Begitu banyak yang kita lewati bersama, namun sampai saat ini aku belum sepenuhnya mengerti tentangmu. Banyak halangan dalam cerita kita. Ya, tentu saja. Mana ada kisah yang mulus tanpa ada batu sandungan. Mana ada kisah sempurna, seperti yang kita baca sebagai […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Teman tidur

    Hae Taz (–,) Sudah lebih dari 14 tahun kamu menemani malamku. Waktu memang berjalan terlampau cepat. Rasanya baru kemarin aku memelukmu dengan pakaian putih biruku. Sekarang, aku tetap memelukmu dengan setumpuk berkas di otakku sebelum tidur. Kamu yang tahu saat aku tersenyum sambil menatap layar handphone-ku, karena ada pesan darinya. Kamu yang melihatku saat aku […]

  • Uncategorized
  • Selamat beristirahat, ayah

    26 April 2008 tak akan pernah kulupakan. Suatu kehilangan yang teramat besar yang pernah kurasakan dalam hidupku. Karena aku harus kehilangan pria terhebatku. Ayah, Lelaki hebat mana yang mampu menyaingimu? Kamu rela mengorbankan hidupmu demi anak dan keluargamu. Aku tahu, Ayah, bagaimana beratnya menjadi kau. Aku tahu, Ayah, tak mudah menjadi kau. Iya, semua Ayah […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Terima kasih, kenangan

    Tempat ini masih sama Dingin. Sepi. Senyap. Membangkitkan kenangan lama Meski rasa telah lenyap Kemarilah, sayang Datanglah ke pelukan Aku melayang Tanpa tahu itu jebakan Aku menangis Lakumu membuatku perih Aku meringis Segalanya terasa sedih Aku limbung Kau membuatku bingung Aku terjerat Saat kita terikat kuat Dear kenangan, Terima kasih pernah singgah di hidupku Terima […]