Tak sempat jadi kita

Dear A,
Apa kabarmu? Aku harap kamu selalu sehat, sama seperti saat terakhir aku melihatmu. Aku masih mendoakanmu, A, meski kau jauh dari jangkauanku.

Dear A,
Aku masih mencari tahu tentangmu. Bagaimana keadaanmu. Bagaimana pekerjaanmu. Bagaimana kau hidup tanpaku. Ah, terlalu muluk kalau kau bilang kau tak bisa tanpaku. Nyatanya, sampai saat ini kau masih baik-baik saja.

Dear A,
Aku mendengar kau sempat merajut cinta dengan dia, wanita yang masih berstatus pacar orang. Aku tak tahu, siapa yang menggoda atau tergoda. Atau lebih tepatnya, aku tak mau tahu. Tapi, sudahlah A, aku tak ingin membahasnya di sini.

Dear A,
Kuingat kau meneleponku malam-malam, berkata bahwa hubunganmu dengannya telah hancur. Tak kutanya mengapa, karena kamu terus saja bercerita. Akupun tak mencoba berucap sepatah kata, hanya mendengar setiap kata yang meluncur dari mulutmu. Setelahnya, kamu berucap terima kasih dan menutup telepon. Sekali lagi, tanpa memberiku kesempatan untuk berkata.

Dear A,
Perlu kamu tahu, aku pernah menyimpan rasa untukmu. Iya, pernah. Sekarang, rasa itu telah sirna. Seiring berjalannya waktu dan ada beberapa pria yang mengisi hatiku.

Dear A,
Bahkan aku harus melepas tanganmu, sebelum sempat menggenggamnya.

Leave a Reply