Mari berdansa

Tak mudah meninggalkanmu, setelah sekian lama aku mengenalmu. Enam tahun, bukan waktu yang singkat. Begitu banyak yang kita lewati bersama, namun sampai saat ini aku belum sepenuhnya mengerti tentangmu.

Banyak halangan dalam cerita kita. Ya, tentu saja. Mana ada kisah yang mulus tanpa ada batu sandungan. Mana ada kisah sempurna, seperti yang kita baca sebagai dongeng sebelum tidur. Hidup tak seindah itu, sayang.

Perlu kau tau, aku terus memperjuangkanmu. Agar kisah kita tak hanya sekadar kenangan. Agar kita, tetap menjadi kita. Agar saat ini, tetap ada kita. Namun apa daya, keadaan sudah berubah. Pun aku dan kamu. Aku sudah sibuk mengejar duniaku. Akhirnya, aku hatus merelakan kita.

Irama tango, waltz, rumba, cha cha dan jive masih menjadi irama favoritku. Badanku otomatis bergoyang saat mendengarnya. Gerakan rumit namun indah, selalu ada di pikiranku. Tak banyak yang tahu, aku masih berlatih meski hanya melalui video dan sisa ingatan.

Hae dansa, aku sangat merindukanmu. Dan aku, masih berharap ada kita 🙂

IMG_8645

Leave a Reply