Kecewa dengan pelayanan Admin Mitsubishi Sun Star Motor Salatiga

November 2015, saya membeli mobil mitsubishi mirage 1.2L GL X MT warna hitam. Kebetulan, marketing mitusbishi itu temen dr SMA sampe kuliah. Diurus dengan sangat cepat, krn saling kejar dgn deadline dr perusahaan untuk pencairan dana pinjaman ( saya memanfaatkan fasilitas pinjaman mobil dr kantor), saat itu saya sangat puas dgn pelayanannya.Awal Desember, mobil sudah di tangan saya. Seperti biasa, STNK & BPKB belum jadi, dibuatlah surat pengganti.

Februari atau Maret awal, saya dikabari oleh teman saya bahwa BPKB mobil sudah jadi. Bisa diambil. Saat itu, saya gak tiap minggu pulang ke Salatiga. Sekalinya pulang, eh admin yg pegang kunci brankas sedang tidak berada di tempat. Saya disuruh balik minggu depan. Saya katakan, saya gak pulang. Dua minggu lagi baru pulang.
Ok, dua minggu kemudian, saya pulang Salatiga. Pagi-pagi, saya ke Mitsubishi. Ternyata, adminnya sudah keliling ke Samsat, sehingga (lagi-lagi) BPKB belum bisa diambil. Saya tanyakan, bisa gak BPKB diambil oleh kakak saya, dengan surat kuasa bermeterai dan KTP asli saya serta syarat lain yang diajukan oleh Mitsubishi ( faktur penjualan & stnk asli mobil). 

‘Tidak bisa, mbak,’ begitu kata ibu-ibu berjilbab yang melayani saya dan menyarankan saya kembali hari Senin.

Saya ceritakan bahwa saya bekerja di Tegal. Sangat tidak mungkin untuk mengambil hari Senin. Ya sudah, nanti pas pulang saya ambil aja.

‘Sebelum ambil, ngabari dulu ya mbak. Jadi bisa kita siapkan sehari sebelumnya’, tambah ibu itu.
OK, akhirnya saya kembali lagi tanggal 23 April 2016. Lagi-lagi, BPKB tidak bisa saya ambil, dengan alasan ADMINNYA TIDAK ADA!! Beberapa kali dengan alasan yang sama, membuat saya naik darah. Saya tanyakan, apa ketika pemegang kunci brankas tidak berada di tempat, lalu tidak ada delegasi? Bagaimana jika ada konsumen yg berada jauh di luar kota atau luar pulau akan ambil bpkb, lalu admin tidak ada, harus kembali lagi nungguin adminnya?

Saat itu saya udah emosi, alasannya terlalu mengada-ada. Akhirnya saya tanyakan lagi, minggu depan long weekend, saya pulang. Apakah hari Sabtu (tgl 7 Mei 2016) adminnya ada? Gak libur atau cuti? Dijawab: mitsubishi buka hari Sabtunya, namun Kamis-Jumat ( saat tanggal merah) libur.
Tanggal 7 Mei, saya ke sana pagi-pagi ( sebelum pukul 8.30) dan yang saya dapatkan adalah: ZONK!! Admin mitsubishi tercinta cuti dan lagi-lagi saya tidak bisa ambil BPKB.

Hal itu mengakibatkan saya harus pulang lagi minggu depannya, padahal sesungguhnya saya ada acara lain. Namun saya pikir, urusan BPKB ini harus selesai secepatnya.
Jumat, 13 Mei, sore hari, saya dibbm oleh marketing mitaubishi. Dia memberitahu bahwa: KUNCI BRANKAS PENYIMPANAN BPKB MACET DAN GAK BISA DIBUKA.

saya langsung marah dan berpikir, bagaimana bisa? Brankas itu seharusnya tidak hanya digunakan untuk menyimpan BPKB saya, tapi juga barang berharga lainnya. Lalu, kunci macet & brankas tidak bisa dibuka? Duh, mas Admin, kalau mau nyari temen bercanda, anda salah orang.

Saya tegaskan ke temen saya, bahwa, gak mau tahu, besok pagi saya ke mitsubishi & bawa pulang bpkbnya. Saya sudah konfirmasi sehari sebelumnya, jadi seharusnya bpkb sudah disiapkan. Gak ada alasan adminnya sudah keliling samsat atau cuti atau yang bawa kunci ga ada atau kuncinya macet.

“Terserah gimana caranya, mau panggil tukang kunci, mau brankasnya dikapak, mau dibuka paksa, pokoknya aku kudu bawa pulang BPKBnya.”
Sabtu, 14 Mei 2016, saya ke mitsubishi sekalian servis mobil. Saat menunggu, saya didatangi oleh admin bag BPKB, namanya Dimas. Dia menjelaskan kalau kunci brankas macet. Saya bilang; terserah ya mas, saya ga mau tahu hari ini BPKB harus keluar. Saya serahkan persyaratan yg diminta oleh mitsubishi.

20 menit kemudian, saya didatangi oleh Head Admin Mitsubishi. Ibu-ibu berjilbab ini menginformasikan bahwa, brankas masih belum bisa dibuka karena rusak sejak hari Kamis & hari ini akan dibawa ke Ace Hardware Semarang untuk diperbaiki namun masih menunggu satu personel lagi. 

Saya berkata: pokoknya saya mau hari ini BPKB keluar karena covernote dibuat hanya sampe bulan Februari, saya harus segera menyerahkan BPKB ke bagian admin kredit saya karena… Begitulah prosedurnya. 

Ibu Head Admin tercinta ini bilang, saya seharusnya mengerti karena ini termasuk force majour & memberi pilihan kepada saya: menunggu hari ini atau besok, atau kembali lagi lain waktu. Dan ibu Head Admin ini tidak bisa memastikan kapan brankas akan dibuka. Hebat sekali ya Ibu ini. Dipikirnya Tegal-Salatiga sekali kedip langsung sampai.

Dan, kenapa bukan mereka yang seharusnya mengerti, bahwa saya sudah harus bolak balik sejak 2 bulan yang lalu untuk mengambil BPKB yang sudah menjadi hak saya?
Padahal saya sudah info akan mengambil BPKB sejak seminggu yang lalu. Padahal brankas rusak sejak hari Kamis, namun tidak ada tindakan apapun dari pihak Admin Mitsubishi hingga hari ini. Dan Ibu Head Admin ini berkata dengan nada agak tinggi dan tanpa meminta maaf.

saat ini, saya masih duduk manis di sofa empuk mitsubishi sun motor Salatiga, menunggu tindak lanjut dari ibu Head Adminnya.

Leave a Reply