• Uncategorized
  • Terima kasih ya Pak

    Jadi, hari ini mudik. As usual, pakai kereta. Setelah beli roti O untuk bekal, aku duduk di kursi tunggu. Jam di tanganku masih menunjukkan pukul 18.05, keretaku pukul 18.22.Di hadapanku, kereta Argo ke Jakarta menunggu untuk berangkat. Ada bapak-bapak, berusia sekitar 60tahun memakai kaos ungu. Oh, porter. Dia tersenyum kepadaku, sambil bertanya: ‘naik kereta apa […]

  • Uncategorized
  • Mengenang HMD

       Lagi-lagi aku harus menulis tentang kepergian.  ‘Mas Kum’, itulah panggilanmu untukku, mas. Tapi kamu selalu mengucapkannya sambil tertawa khas, sehingga aku gak bisa marah karenanya. Belum lama kita berkenalan. Baru setahun. Awal perkenalan kita, via twitter dan berlanjut dengan pertemuan kita di dunkin amplaz. Masih ingat kan mas? Kamu meluangkan waktumu untuk menemaniku yang […]

  • Film
  • Filosofi Kopi

       Filosofi Kopi merupakan film adaptasi dari buku Dewi Lestari yang berjudul sama. Saya sendiri belum membaca bukunya. Acting para cast, gak perlu diragukanlah ya. Chemistry antara Chicco sebagai Ben & Rio Dewanto sebagai Jody sangat kuat. Pendalaman peran mereka pun sangat total. Bukan hanya cast yang total, pembuatan film ini juga pakai niat & […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Menjadi istri

    Menjadi seorang istri, bukankah impian hampir semua wanita? Aku, kamu, mereka. Dan hari ini, impian itu terwujud dengan pernikahanmu dengannya, Mbak. 1,5 tahun aku mengenalmu sebagai sosok yang kuat dan tangguh. Jiwa rockermu terlihat, terutama saat kita berada di tuang karaoke. Aku, kamu, Ferry dan Dea. Ya, karaokean yang berujung curhat. Lalu ditutup dengan jogetan […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Bride-to-be

    Roda kehidupan selalu berputar dan kita tak pernah tahu akan berada di mana. Bisa saja saat ini kita berada di atas, dalam waktu 5 detik kita akan terpuruk. Begitupun untuk rejeki, umur & jodoh. Semua adalah misteri Ilahi. Yang mampu kita lakukan adalah berdoa dan berusaha. Tak menyangka, kamulah yang pertama menuju pelaminan, di antara […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Usah Kau Lara Sendiri

    Halo Zee, Mencoba mengulik sudut otakku untuk mengingat awal persahabatan kita. Perkenalan kita dari facebook, setelah sebelumnya aku mendengar tentangmu dari teman-teman dansa. Mereka seolah ingin membuatku cemburu, dengan menceritakan kedekatanmu dengan mantan kekasihku. Padahal aku tahu, kalian hanyalah sebatas guru dan murid. Episode kedua, awal pertemuan kita. Ya, di salah satu gedung di kampus, […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Ibu

    Ibuku hanyalah seorang Ibu rumah tangga biasa. Senang memakai daster, tertidur di pukul enam sore dengan televisi yang masih menyala, mengomel tiada henti saat aku malas mandi, selalu mengajarkan kami dengan penuh kasih. Ibu, buatku adalah seorang pejuang. Pantang menyerah agar anaknya hidup layak. Membesarkan kami sendirian sejak kepergian Ayah, tentu tak mudah. Namun dia […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Kring Kring

    KRIIING!! KRIIING!! Halo, tukang posku Salam kenal ya. Sebelumnya aku bahkan tak pernah tahu akunmu. Padahal kamu sekarang masih berada di kota kelahiranku. Eh, apa kabar Salatigaku? Masih sejukkah? ??? Tombol follow akhirnya aku klik. Dan aku membaca linimasamu. Aku suka dengan rangkaian aksara yang kamu utarakan. Kak Mike, Tetaplah menulis. Tetaplah bermain dalam imajinasimu […]

  • #30harimenulissuratcinta
  • Mari berdansa

    Tak mudah meninggalkanmu, setelah sekian lama aku mengenalmu. Enam tahun, bukan waktu yang singkat. Begitu banyak yang kita lewati bersama, namun sampai saat ini aku belum sepenuhnya mengerti tentangmu. Banyak halangan dalam cerita kita. Ya, tentu saja. Mana ada kisah yang mulus tanpa ada batu sandungan. Mana ada kisah sempurna, seperti yang kita baca sebagai […]